HUBUNGAN DAMPAK KATARAK DENGAN KONSEP DIRI : HARGA DIRI RENDAH PADA LANSIA DI DESA SUKAMANAH KECAMATAN SUKATANI KABUPATEN BEKASI TAHUN 2015
Abstract
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada tahun 2008 katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling utama di dunia sebesar 48 % dari seluruh kebutaan yang ada di dunia. Di Indonesia sendiri berdasarkan survei kesehatan indera 2004-2005, katarak juga penyebab kebutaan paling utama yaitu sebesar 52 %. ( Depkes RI, 2008 ). Konsep diri menurut Potter dan Perry (2005) adalah citra mental seseorang terhadap dirinya sendiri, mencakup bagaimana mereka melihat kekuatan dan kelemahan pada seluruh aspek kepribadiannya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan katarak dengan konsep diri : harga diri rendah pada lansia berusia diatas 60 tahun di desa Sukamanah Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2015, variable yang diteliti meliputi harga diri rendah, keadaan fisik, dukungan keluarga, aktivitas sosial.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan juga menggunakan rancangan Cross sectional. Dengan sampel 32 lansia yang berusia diatas 60 di Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani, Sedangkan proses pengumpulan data dilaksanakan tahun 2015. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Hasil analisa bivariat didapatkan hubungan antara Keadaan fisik dengan P. Value = 0,002P<α 0,05 dan OR 18,000, Dukungan keluarga dengan P. Value =0,003 dan OR 14,778, Aktivitas sosial dengan P. Value = 0,001 dan OR 31,500.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara keadaan fisik, dukungan keluarga dan aktivitas sosial dengan konsep diri : harga diri rendah pada lansia di Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani kabupaten Bekasi Tahun 2015. Saran dari penelitian ini adalah meningkatkan dukungan serta pola asuh terhadap lansia yang mengalami katarak guna mencegah terjadinya harga diri rendah.
Keywords
References
Smeltzer C. Suzanne, Brunner & Suddarth.
Buku Ajar Keperawatan
Medikal Bedah. Jakarta : EGC
Hidayat A. Aziz Alimul, 2009. Pengantar
Kebutuhan Dasar Manusia-Aplikasi
Konsep dan Proses keperawatan,
Jakarta: Salemba Medika.
Setiadi, 2007. Konsep Dan Penulisan Riset
Keperawatan, Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Smeltzer, Suzanne C. dan Bare, Brenda G,
, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth (Ed.8, Vol. 1,2), Alih bahasa oleh Agung
Waluyo...(dkk), EGC, Jakarta.
Engram, Barbara, Rencana Asuhan
Keperawatan Medikal Bedah, volume
I, EGC,Jakarta,1999.
Dorland W.A. Newman, 2011. Kamus
Kedokteran Dorland, Jakarta: EGC
Mansjoer. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Media Aesculaplus.
Jakarta : EGC
Hudak, C. M. & Gallo, B. M. (2010).
Keperawatan kritis: pendekatan
holistic(Ed. 6). (M. Ester, Editor)
(Asih, Penerjemah). Jakarta: EGC.
Corwin, Elizabeth J, 2001, Buku Saku
Patofisiologi, Alih bahasa, Brahm U.
Pendit, Penerbit Buku Kedokteran,
EGC, Jakarta.
Hurlock, E. (2002).Psikologi perkembangan.
Edisi 5. Jakarta:Erlangga
Friedman, M. (1998). Keperwatan Keluarga:
Teori dan Praktek, Edisi 3.
Jakarta: EGC
Notoadmodjo, S. (2002). Metodologi
Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta. Akhmadi. (2009). Dukungan
Keluarga. Diambil tanggal 08 Maret
dari http://www:rajawana.com
Rahimsyah MB, Hadi Satyo, 2006. Kamus
Lengkap Bahasa Indonesia, Jakarta:
Aprindo.
Perry Potter, 2009. Fundamental Keperawatan
Buku 2 Edisi 7, Jakarta:
Salemba Medika.
Hastono Sutanto & Sabri Luknis, 2010.
Statistik Kesehatan, Jakarta:
Rajawali Pers.
Dalami Ermawati, Suliswati, dkk, 2009.
Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan
Masalah Psikososial, Jakarta: TIM
Damaiyanti Mukhripah & Iskandar, 2012.
Asuhan Keperawatan Jiwa, Bandung:
Refika Aditama.
Dermawan Dede & Rusdi, 2013. Keperawatan
Jiwa Konsep Dan Kerangka Kerja
Asuhan Keperawatan Jiwa, Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Stuart, Gail.W. 2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa, Jakarta: EGC.
Refbacks
- There are currently no refbacks.