FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESIKO PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PEKERJA PEMBUATAN BATU BATA DI KAMPUNG GANDARIA RT 01 RW 02 DESA CIPAYUNG KEC CIKARANG TIMUR KAB BEKASI TAHUN 2014

Paulus Ola

Abstract


Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang diderita karyawan dalam hubungan dengan kerja baik faktor resiko karena kondisi tempat kerja, peralatan kerja, material yang dipakai, proses produksi, cara kerja limbah perusahaan dan hasil produksi. Menurut International Labour Organization (ILO) setiap tahun terjadi 1,1 juta kematian yang disebabka oleh penyakit atau yang di sebabkan oleh pekerjaan. Sekitar 300.000 kematian terjadi dari 250 juta kecelakaan dan sisanya adalah kematian karena penyakit akibat kerja dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan pekerjaan baru setiap tahunnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan resiko penyakit akibat kerja pada pekerja pembuatan batu bata di kampung gandaria Rt 01 Rw 02 Desa Cipayung Kec.Cikarang Timur Kab. Bekasi Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini bertempat di Kampung Gandaria Rt 01 Rw 02 Desa Cipayung sebanyak 90 pekerja. Sampel yang diambil untuk penelitian sebanyak 90 sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisis univariat ini diuji menggunakan nilai distribusi frekuensi.Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara resiko penyakit akibat kerja pada pekerja pembuatan batu bata dengan faktor kimiawi dengan nilai p value = 0,003 (p<0,05) dan OR = 4,857, faktor biologi dengan nilai p value = 0,003 (p<0,05) dan OR = 4,607, dan faktor ergonomic dengan nilai p value = 0,000 (p<0,05) dan OR = 4,857. Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan adanya hubungan antara resiko penyakit akibat kerja pada pekerja pembuatan bat bata dengan faktor kimiawi, faktor biologi, dan faktor ergonomic. Penulis menyarankan agar pekerja dapat menambah informasi dan pengetahuan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan cara mencegah resiko terjadinya penyakit akibat kerjakemudian dalam bekerja sebaiknya pekerja menggunakan alat pelindung diri untuk mencegah terjadinya suatu penyakit akibat kerja serta perusahaan untuk lebih memperhatikan kesehatan pekerja memperbaiki peralatan kerja untuk memberikan kenyamanan pekerja dan menyediakan alat pelindung diri untuk mengurangi resiko penyakit akibat kerja pada pekerja pembuatan batu bata.

Keywords


Penyakit Akibat Kerja; Kesehatan Dan Keselamatan Kerja; Proses Pembuatan Batu

Full Text:

PDF

References


Atmaja S Aditya. 2007. Identifikasi Kadar Debu Di Lingkungan Kerja Dan Keluhan Subyektif Pernafasan Tenaga Kerja Bagian Finish Mill. Surabaya : FKM Universitas Airlangga Surabaya

Buchari. 2007. Penyakit Akibat Kerja dan Penyakit Terkait Kerja. Sumatera: Universitas Sumatera Utara

Burrhanudin. 2013. Study Penyimpangan Ukuran Batu Bata Merah. Makassar: UIN Alaudin Makassar

Departemen Pekerja Umum. 2007. Pelatihan Mandor Tukang Batu Bata. (Draft Modul). Halaman 1.

Diretorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Kesehatan Kerja. 2013. Modul Pelatihan Penyakit Akibat Kerja. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Harianto Ridwan. 2009. Buku Ajar Kesehatan Kerja. Jakarta: EGC

Hasyimi, H, Shinta, H, Roswita. 2001. Kaitan Pengetahuan, Perilaku, dan Kebiasaan Dengan Infeksi Kecacingan Pada Pekerja Pembuatan Bata Merah Di Desa Mekar Mukti, Cikarang. Cikarang: Media Litbang Kesehatan Volume XI Nomer 3 Huda.

Miftahul, Hastuti. Erna. 2012. Pengaruh Temperatur Pembakaran dan Penambahan Abu Terhadap Kualitas Batu Bata. Malang: Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang

Luknis Sabri, Sutanto P.H. 2010. Statistik Kesehatan. Cetakan Kelima. Jakarta : Rajagrafindo Persada

Maijunidah Emi. 2010. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Assembling PT X Bogor. Jakarta : UIN Syarif Hidayat

M Soeripto. 2008. Higiene Indrustri. Jakarta : FKUI Nilai Batas Pajanan Berbasis Kesehatan (NBPKB).

Bahan Kimia Di Udara Tempat Kerja Indeks Pajanan Biologi Bahan Fisik Di Tempat Kerja. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Notoadmojo S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Notoatmodjo S. 2011. Perilaku Kesehatan Masyarkat. Jakarta: Rineka Cipta

Nur, Oskar Fithrah. 2008. Analisis Sifat Fisis dan Mekanis Batu Bata Berdasarkan Sumber Lokasi dan Posisi Batu Bata Dalam Proses Pembakran. (Jurnal Rekayasa Sipil). Halaman 2,

Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Edisi2 Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan.Jakarta : Salemba Medika

Seri Pedoman Tatatlaksana Penyakit Akibat Kerja Bagi Petugas Kesehatan. 2011.Gangguan Kesehatan akibat Faktor Pisikososial Di Tempat Kerja. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Sopandi. 2008. Membuat Bata Merah. Jakarta : PT Albama .

Persyaratan Dan Tata Cara Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri. Menteri Kesehatan Republik Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.