FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU NIFAS MELAKUKAN PERAWATAN TALI PUSAT PADA BBL SECARA MANDIRI DI RSUD KAB. CIBITUNG TAHUN 2016
Abstract
Penyebab utama kematian bayi baru lahir adalah prematuritas dan BBLR (29%), asfiksia (gangguan pernapasan) bayi baru lahir (27%), masalah pemberian ASI (10%) dan tetanus neonatorum (10%). (Sinar Harapan, 2009). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada Harapan neonatus yang disebabkan oleh clostridium tetani yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) yang menyerang sistem saraf pusat (Abdul Bari Saifuddin, 2007). Tujuan penelitian Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu nifas dalam melakukan perawatan tali pusat pada BBL secara mandiri di RSUD Kab. Cibitung tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilaksanankan di RSUD Kab. Cibitung tahun 2016, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang melakukan perawatan tali pusat pada bbl secara mandiri sebanyak 67 orang. Berdasarkan data yang diambil oleh peneliti 3 bulan terakhir sebanyak 440 ibu nifas di RSUD Kab. Cibitung. Pengumpulan data menggunakan data primer dan instrumen yang digunakan kuesioner dan lembar cheklis. Analisis dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil analisis yang dapat melakukan perawatan tali pusat secara mandiri pada BBL di RSUD Kab. Cibitung sebesar 47 (70,1%), sedangkan yang tidak sebesar 20 (29,9%). P = 0,039 > nilai α= 0,05 Ho ditolak sehingga ada hubungan antara umur dengan cara perawatan tali pusat pada BBL secara mandiri, P = 0,002 > nilai α= 0,05 Ho ditolak sehingga ada hubungan antara pendidikan dengan cara perawatan tali pusat pada BBL secara mandiri, P = 0,000 > nilai α= 0,05 Ho ditolak sehingga ada hubungan antara pengetahuan dengan cara perawatan tali pusat pada BBL secara mandiri, P = 0,000 > nilai α= 0,05 Ho ditolak sehingga ada hubungan antara dukungan keluarga dengan cara perawatan tali pusat pada BBL secara mandiri, P = 0,041 > nilai α= 0,05 Ho ditolak sehingga ada hubungan antara paritas dengan cara perawatan tali pusat pada BBL secara mandiri Untuk Peningkatan kesadaran dari ibu tentang pentingnya pelaksanaan perawatan tali pusat pada BBL yang dilakukan secara benar melalui pemberian informasi dan simulasi akan pentingnya pencegahan infeksi tali pusat.
Keywords
Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir (umur; pendidikan pengetahuan; dukungan keluarga; paritas)
Full Text:
PDFReferences
-
Refbacks
- There are currently no refbacks.